Sebuah cerita tentang sahabat yang mencintai sahabatnya.
Memiliki teman dekat atau disebut sahabat, memang sulit untuk mengungkapkan perasaannya. Hanya mampu diam dan menunggu. Setiap saat bersama dan selalu bersama, aneh memang jika sahabat menjadi kekasih.
Entah apa yang ada difikiran fulanah.
Ia terkadang berharap jika fulan menjadi kekasih sejatinya kelak, yang memimpin hidupnya dalam keluarga harmonis. Namun sulit baginya sebagai sahabat yang selalu mendengarkan fulan bercerita tentang mantan kekasih yang ia cintai. sebagai sahabat, fulanah hanya mendengarkan dan memberi saran tanpa memikirkan perasaannya.
suatu ketika fulan memutuskan untuk tidak memikirkan mantannya, hati fulanah merasa senang karna akhirnya ia menyadari bahwa Allah memang tidak mengizinkan mereka bersama. Si fulanah pun kembali berharap. Tetapi harapan itu hilang ketika fulan memutuskan untuk mencari yang lain.
Melihat wanita hanya dari satu sisi tanpa melihat dari sisi yang lainnya.
Terkadang menunggu itu hal yang paling membosankan dan menyebalkan
tapi apa adanya semua sudah direncanakan oleh Yang Kuasa, manusia hanya mampu berdo'a dan berserah.
Bersabarlah wahai wanita calon penghuni syurga. Sesungguhnya Allah SWT mencintai orang-orang yang bersabar (QS. Al-Imran:146).
Percayalah jodoh sudah disiapkanNYA, hanya belum dipertemukan. Persiapkan dan kuatkanlah iman dan taqwa kita hanya kepada Allah SWT.
Percaya akan janji Allah. Siapapun fulan yang menjadi kekasihmu kelak, itu atas kehendakNYA.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar